BERBAKTI
KEPADA ORANG TUA DAN GURU MENURUT TINJAUAN HADIS
1.
Hadis Riwayat Muslim (H.R. Muslim)
Redaksi
Terjemah
Kami diceritakan oleh
Syaiban bin Farukh
dari Abu ‘Awanah
dari Suhail dari ayahnya dari Abu
Hurairah dari Nabi Muhammad Saw.Dari
Abū Hurairah dari
Nabi Muhammad Saw.,
beliau : “Dia
celaka! Dia celaka! Dia
celaka!” lalu beliau
ditanya; “Siapakah yang
celaka, ya Rasūlullāh ?”
Jawab Nabi : “Barang siapa
yang mendapati kedua
orang tuanya (dalam usia lanjut), atau salah satu dari keduanya (namun
ia tidak berbakti kepadanya dengan sebaik-baiknya), maka dia tidak akan masuk
surga.”
Kandungan
Hadis yang diriwayatkan
oleh Imam Muslim
tersebut menjelaskan bahwa seseorang
akan celaka ketika
tidak berbakti kepada
orang tua. Kata “Dia
celaka” /raghima anfuhu diulang oleh
Rasulullah sebanyak tiga kali, yang
menunjukkan bahwa celaka
akan benar-benar terjadi
kepada seseorang yang tidak
berbakti kepada orang
tua. Hal ini juga
menunjukkan betapa pentingnya
berbakti kepada kedua
orang tua,terlebih lagi
ketika kedua orang
tua atau salah
satu dari mereka
masih hidup.
2.
Hadis Riwayat al-Bukhari dan Muslim (H.R. Bukhari dan Muslim)
Redaksi
Terjemah
Aku mendengar ‘Abdullā h bin ‘Amr Ra. berkata : “Seorang laki-laki
datang kepada Nabi, lalu meminta izin
untuk ikut berjihad. Maka beliau bertanya: “Apakah kedua orang tuamu masih
hidup?” Laki-laki itu menjawab: “Iya”. Maka
beliau berkata: “Kepada
keduanyalah kamu berjihad (berbakti)”
Kandungan
Hadis Riwayat Imam
Bukhari dan Muslim
menjelaskan bahwa berbakti kepada
kedua orang tua
memiliki nilai pahala
yang sangat besar. Bahkan nilai pahala berbakti kepada kedua orang tua oleh
Rasulullah disamakan dengan nilai pahala jihad, berperang, dan melawan kaum
kafir.


Tidak ada komentar:
Posting Komentar