Minggu, 22 November 2020

 

MENGHINDARI PERGAULAN BEBAS DAN PERBUATAN KEJI MENURUT AL-QUR'AN DAN HADIS



1.      Q.S. al-Isra [17]: 32

وَلَا تَقۡرَبُواْ ٱلزِّنَىٰٓۖ إِنَّهُۥ كَانَ فَٰحِشَةٗ وَسَآءَ سَبِيلٗا 

“Dan janganlah kalian mendekati zinasesungguhnya zina itu adalah suatu perbuatan yang keji dan seburuk-buruknya jalan”

Kandungan Ayat

a.       Ayat tersebut melarang tegas umat manusia untuk mendekati zina. Mendekatinya saja dilarang, apalagi melakukannya.

b.      Ayat tersebut menyatakan bahwa zina adalah perbuatan keji dan sebuah tindakan yang sangat buruk. Hal tersebut karena dampak yang dihasilkan oleh zina akan merugikan manusia yang bersangkutan. Banyak kita jumpai berita orang hamil di luar nikah yang membuat malu keluarganya, wanita hamil dan melakukan aborsi karena takut ketahuan, dan kasus bunuh diri karena depresi yang dialami wanita yang bersangkutan. Al-Qur’an melarang melakukan perbuatan buruk tentu untuk kebaikan manusia itu sendiri.

 

2.      Q.S. al-Nur [24]: 2

ٱلزَّانِيَةُ وَٱلزَّانِي فَٱجۡلِدُواْ كُلَّ وَٰحِدٖ مِّنۡهُمَا مِاْئَةَ جَلۡدَةٖۖ وَلَا تَأۡخُذۡكُم بِهِمَا رَأۡفَةٞ فِي دِينِ ٱللَّهِ إِن كُنتُمۡ تُؤۡمِنُونَ بِٱللَّهِ وَٱلۡيَوۡمِ ٱلۡأٓخِرِۖ وَلۡيَشۡهَدۡ عَذَابَهُمَا طَآئِفَةٞ مِّنَ ٱلۡمُؤۡمِنِينَ 

Pezina  perempuan  dan  pezina  laki-laki,  deralah  masing-masing  dari  keduanya seratus kali, dan janganlah rasa belas kasihan kepada keduanya mencegah  kamu  untuk  (men-jalankan)  agama  (hukum)  Allah,  jika  kamu beriman  kepada  Allah  dan  hari  kemudian;  dan  hendaklah  (pelaksanaan) hukuman  mereka  disaksikan  oleh  sebagian  orang-orang  yang  beriman

Kandungan Ayat

Ayat ini menjelaskan tentang hukuman untuk pelaku zina. Pelaku zina terbagi menjadi dua macam, yaitu:

a.       Zina yang dilakukan oleh orang yang belum menikah (ghairu muhsan). Hukuman  bagi  pezina  gairu  muḥṣan  adalah 100  kali  cambukan  dan  ditambah  dengan  diasingkan  dari  negerinya selama  setahun,  demikianlah  menurut  jumhur  ulama.

b.      Zina yang dilakukan oleh orang yang sudah menikah (muhsan). Sedangkan  hukuman  pezina  yang  sudah  menikah  (muḥṣan) adalah dirajam (dilempari batu).

 

Perbuatan yang bisa mengundang perbuatan zina:

a.       Melihat aurat/tidak menjaga pandangan

b.      Mendengarkan hal-hal yang dapat membangkitkan syahwat

c.       Pergaulan bebas

d.      Berduaan/khalwat dengan lawan jenis

3.      H.R. Bukhari dan Muslim



Kami  telah  diceritakan  oleh  Sa’id  bin  ‘Ufair  dari  al-Lays  dari  ‘Uqail  dari  Ibn  Syihab  dari  Abu  Bakr  dari  Abdurrahman  dari  Abu  Hurayrah  Ra. bahwasanya  Nabi  Muhammad  Saw.  telah  berkata:  ”Tidak  akan  berzina seorang pelacur di waktu berzina jika ia sedang beriman, dan tidak akan minum  khamr  di  waktu  minum  jika  ia  sedang  beriman,  dan  tidak  akan mencuri  di  waktu  mencuri  ia  sedang  beriman”. Dalam  riwayat  lain, ditambahkan:”Dan  tidak  akan  merampas  rampasan  yang  berharga sehingga orang-orang membelalakkan mata kepadanya, ketika merampasia sedang beriman”. (HR. Bukhari dan Muslim).

Kandungan Hadits

Keimanan  merupakan  landasan  utama  dalam  hidup  manusia.  Jika imannya  kuat,  maka  ia  tidak  akan  tergoda  oleh  rayuan  perbuatan  dosa. Namun  jika  imannya  lemah,  maka  ia  akan  mudah  tergoda  untuk melakukan  perbuatan  dosa.  Dalam  hadis  di  atas,  jika  keimanan  seseorang  itu kuat,  maka  ia  tidak  akan  mau  melakukan  empat  perbuatan  berikut: berzina,  meminum  minuman  keras,  mencuri  dan  merampas  hak  orang lain.  Begitu  sebaliknya,  bila  seseorang  melakukan  empat  perbuatan tersebut, maka dikatakan bahwa tidak sempurna nilai keimanannya.

Sumber: Buku Al-Qur'an Hadits XI Kemenag RI

Tidak ada komentar:

Posting Komentar

  ADAB BERPAKAIAN, BERHIAS, PERJALANAN, BERTAMU DAN MENERIMA TAMU (Ringkasan BAB 4 Akidah Akhlak) No Akhlak Terpuji...