Selasa, 04 Agustus 2020

HAKIKAT PENCIPTAAN MANUSIA 1

1.      Q.S. al-Mu’minun Ayat 12-14: Proses Penciptaan Manusia

Ayat

وَلَقَدۡ خَلَقۡنَا ٱلۡإِنسَٰنَ مِن سُلَٰلَةٖ مِّن طِينٖ ثُمَّ جَعَلۡنَٰهُ نُطۡفَةٗ فِي قَرَارٖ مَّكِينٖ ثُمَّ خَلَقۡنَا ٱلنُّطۡفَةَ عَلَقَةٗ فَخَلَقۡنَا ٱلۡعَلَقَةَ مُضۡغَةٗ فَخَلَقۡنَا ٱلۡمُضۡغَةَ عِظَٰمٗا فَكَسَوۡنَا ٱلۡعِظَٰمَ لَحۡمٗا ثُمَّ أَنشَأۡنَٰهُ خَلۡقًا ءَاخَرَۚ فَتَبَارَكَ ٱللَّهُ أَحۡسَنُ ٱلۡخَٰلِقِينَ 

Terjemah:

Sesungguhnya Kami telah menciptakan manusia dari suatu sari pati (12) Kemudian Kami jadikan ia (manusia atau keturunan Adam) dari nuthfah yang berada dalam tempat yang kokoh yaitu rahim. (13) Kemudian air mani itu Kami jadikan segumpal darah lalu segumpal darah itu Kami jadikan segumpal daging dan segumpal daging itu Kami jadikan tulang-belulang, lalu tulang-belulang itu Kami bungkus dengan daging, kemudian Kami jadikan dia sebagai makhluk yang lain(yaitu dengan ditiupkan roh ke dalam tubuhnya). Maka Maha Sucilah Allah, Pencipta Yang Paling Baik.

Kandungan Ayat:

Jauh sebelum ilmu pengetahuan kedokteran ada, al-Qur’an lebih dulu menciptakan proses penciptaan manusia. Allah menjelaskan di ayat ke-12 bahwa proses penciptaan manusia pertama (Nabi Adam) terbuat dari sari pati tanah. Kemudian di ayat 13-14 Allah menjelaskan proses penciptaan manusia (keturunan Adam) sebagai berikut:

 Berawal dari Nuthfah (air mani, dalam ilmu kedokteran dikenal dengan sel sperma dan ovum dengan proses pembuahan di rahim), lalu menjadi àalaqah atau segumpal darah (setelah 40 hari), kemudian berubah menjadi à mudghah atau segumpal daging (setelah 40 hari), lalu menjadi à tulang belulang yang berbungkus daging (40 hari), lalu à ditiupkan roh dan berkembang menjadi manusia sempurna di dalam rahim sampai dilahirkan ke dunia

Lebih jauh, Nabi saw dalam hadis riwayat Bukhari dan Muslim (lihat hlm. 12) bahwa ketika roh ditiupkan ke dalam raga manusia, malaikan akan mencatatkan 4 hal untuk orang tersebut, yaitu: rezekinya, ajal, amal perbuatan, dan sengsara atau bahagianya


2.      Q.S. al-Nahl: 78

Ayat

وَٱللَّهُ أَخۡرَجَكُم مِّنۢ بُطُونِ أُمَّهَٰتِكُمۡ لَا تَعۡلَمُونَ شَيۡٔٗا وَجَعَلَ لَكُمُ ٱلسَّمۡعَ وَٱلۡأَبۡصَٰرَ وَٱلۡأَفِۡٔدَةَ لَعَلَّكُمۡ تَشۡكُرُونَ 

Terjemah

Dan Allah mengeluarkan kalian dari perut ibu kalian dalam keadaan tidak mengetahui sesuatu pun dan Dia memberi kalian pendengaran, penglihatan dan hati agar kalian bersyukur

Kandungan Ayat:

Pada  ayat  ini,  Allah  Swt. menegaskan bahwa ketika seorang anak manusia dilahirkan ke dunia, dia tidak  tahu  apa-apa.  Dengan  kekuasaan  dan  kasih  sayang-Nya,  manusia dibekali  dengan  atribut  pelengkap  yang  nantinya  dapat  berfungsi  untuk mengetahui  segala  sesuatu  yang  sebelumnya  tidak  pernah  diketahui. Atribut-atribut  tersebut  ialah  berupa  tiga  unsur  penting  dalam  proses pembelajaran  bagi  manusia,  yakni:  pendengaran,  penglihatan  dan hati/akal pikiran. Dalam ayat di atas, indera pendengaran disebutkan pertama oleh Allah Swt.  Sebab  pendengaran  adalah  unsur  utama  yang  pertama  kali dipergunakan  oleh  orang  yang  akan  belajar  untuk  memahami  segala sesuatu. Setelah manusia menyadari bahwa ketika lahir tidak satupun yang bisa diketahui,  kemudian  atas  kemurahan  Allah  Swt.  yang  telah  memberikan indera  pendengaran,  penglihatan  dan  hati-akal  pikiran,  manusia  bisa mengetahui  segala  sesuatu  dalam  hidupnya.  Kesadaran  tersebut  sudah seharusnya  mendorong  rasa  bersyukur  yang  teramat  besar  kepada  Allah Swt.  yang  telah  berkuasa  memberikan  semuanya.


Sumber: Buku Al-Qur'an Hadits Kelas XI

Tidak ada komentar:

Posting Komentar

  ADAB BERPAKAIAN, BERHIAS, PERJALANAN, BERTAMU DAN MENERIMA TAMU (Ringkasan BAB 4 Akidah Akhlak) No Akhlak Terpuji...